Beranda / Berita Papua / Pembangkit Listrik Batu Bara Tidak Cocok Dengan Alam Papua
ilustrasi PLTU

Pembangkit Listrik Batu Bara Tidak Cocok Dengan Alam Papua

-->

HarianPapua.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan meminta agar kedepan tak ada lagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang akan dibangun di daerah provinsi Papua.

Pertimbangan mantan menteri perhubungan itu salah satunya terkait pengiriman batu bara yang dinilai sangat tidaklah mudah menuju wilayah Papua.

Hal ini dapat dilihat dari kapal pengangkut batu bara yang sering ‘nongkrong’ akibat gangguan badai yang menyebabkan tingginya gelombang laut sehingga PLTU di Papua disebut akan mengalami kesulitan.

“Papua tidak boleh bangun PLTU lagi, pasokan batu baranya susah. Nanti harga listriknya enggak turun-turun. Pakai gas saja,” kata Jonan dalam rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR.

Sementara itu, PT PLN (Persero) Regional Maluku-Papua langsung mengambil langkah cepat dengan membatalkan pembangunan PLTU di daerah tersebut.

Sebagai gantinya, PLN akan membangun pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) mengingat banyaknya lapangan gas di wilayah Maluku-Papua yang dapat diandalkan untuk kelistrikan.

“Proyek-proyek yang sudah jalan diteruskan, PLTU yang sudah ada juga jalan terus. Tapi yang baru mau dibangun, diganti PLTMG,” kata Direktur Bisnis Regional Maluku-Papua PLN, Haryanto WS, dilansir detikFinance.

Dengan adanya pembatalan pembangunan PLTU untuk Region Maluku-Papua, berikut daftar nama-PLTU yang terkena dampaknya:

1. PLTU Ambon 2 x 50 MW
2. PLTU Sorong 2 x 50 MW
3. PLTU Jayapura 2 x 50 MW
4. PLTU Halmahera 2 x 30 MW.

“Ini ada di RUPTL lama, karena ada arahan Menteri ESDM kita ubah jadi PLTMG dengan kapasitas sama,” terang Haryanto.

Tentang Anwar Nasution

Pecinta film layar lebar dan kuliner Indonesia
  • Frengky Mansawan

    Direktur bisnis lao…lao…baru skarang kepikiran..