Beranda / Berita Papua / Korupsi Bank Papua, Gubernur Papua Barat : Kerja Itu Harus Takut Tuhan
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan ketika dilantik di Istana Negara belum lama ini (foto Tempo)

Korupsi Bank Papua, Gubernur Papua Barat : Kerja Itu Harus Takut Tuhan

-->

HarianPapua.com – Setelah insiden penyelewengan dana lewat kredit bermasalah Bank Papua yang menyebabkan kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mewanti-wanti seluruh pihak terkait di dua provinsi Papua dan Papua Barat agar dapat merapatkan barisan menopang eksistensi Bank Papua.

Ia mengatakan meski saat ini sedang dalam kondisi sulit, Bank Papua harus didukung Papua dan Papua Barat sebagai pemilik saham utama agar tetap jalan menjadi bank yang dapat diandalkan memajukan Tanah Papua. Dominggus tak lupa mengingatkan betapa pentingnya bekerja dengan jujur.

“Satu untuk dua dan dua untuk satu. Artinya meski kita ada dua pemerintahan tapi satu di Tanah Papua. Untuk itu kita semua harus bekerja jujur dan takut akan Tuhan baik sebagai Gubernur, Walikota, Bupati dan pimpinan Bank Papua sendiri harus takut Tuhan sehingga bekerja baik dan jujur di tanah ini,” pesan Dominggus dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Papua di Manokwari, Jumat (16/6/2017).

Ia mengaku kasus yang terjadi saat ini jelas memberikan pukulan telak bagi semua pemegang saham terlebih masyarakat Papua. Untuk itu Dominggus berharap semua pihak dapat duduk bersama dan menyelesaikan masalah ini dari hati ke hati agar pelayanan Bank Papua tetap berjalan baik.

Atas insiden kredit bermasalah ini, mantan Dirut Bank Papua berinisial JK telah ditetapkan sebagai tersangka dan sementara ditahan di Bareskrim Mabes Polri.

JK dinilai ikut bermain dalam pemberian kredit besar kepada PT Sarana Bahtera Irja (319 miliar) dan PT Vita Samudra (111 miliar).

Dalam kasus pemberian fasilitas kredit kepada PT Sarana Bahtera Irja, terjadi penyimpangan pada tahap analisis dan persetujuan kredit seperti analisis kredit tanpa melakukan kunjungan lokasi, rekayasa data keuangan debitur, kelengkapan dokumen yang tidak memenuhi syarat, penetapan plafon yang tidak memperhatikan kebutuhan riil proyek dan nilai agunan yang tidak mencukupi.

Tentang Rikardo Kaway

Oktober 1992, Jalan-jalan dan nonton bola. Pendukung Persipura dan penggemar Arsenal.