Beranda / Berita Papua / Karyawan Freeport Ancam Tutup Fasilitas Publik, Polisi Siap Antisipasi
Karyawan Freeport berdemo di Kantor Bupati Mimika sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah, Kamis 23 Maret 2017

Karyawan Freeport Ancam Tutup Fasilitas Publik, Polisi Siap Antisipasi

-->

HarianPapua.com – Berhembusnya isu pemblokiran sejumlah fasilitas publik oleh karyawan Freeport seperti Kantor Sentra Pemerintahan Mimika hingga Bandara Mozes Kilangin, aparat kepolisian siap mengantisipasi.

Kepala Bagian Operasional Polres Mimika Kompol I Nyoman Punia membenarkan isu tersebut yang ditandai dengan aksi demonstrasi karyawan pada Kamis (23/3) kemarin. Ia berharap para karyawan mengurungkan niatnya karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami berharap tidak dilakukan, fasilitas publik mulai dari kantor pemerintahan dan bandara itu kan semua orang berhak menggunakannya, jadi jangan sampai mengganggu kesana,” katanya kemarin.

Isu yang mencuat ini merupakan buntut dari permasalahan antara Pemerintah Indonesia dan PT Freeport Indonesia soal status kontrak karya. Sejak 12 Januari 2017 pemerintah telah menghentikan ijin ekspor konsentrat bagi Freeport.

Atas dasar kepedulian, karyawan Freeport hendak menutup fasilitas publik yang dibangun oleh Freeport, termasuk Bandara Mozes Kilangin.

Fasilitas publik lain yang dibangun Freeport di Mimika adalah gedung utama Kantor Bupati Mimika, fasilitas Mimika Sport Complex untuk menunjang penyelenggaraan PON XX 2020, dan fasilitas pengolahan air bersih di Check Point Utara 5 Kuala Kencana.

Ancaman penutupan ini bagi sebagian karyawan merupakan tindakan protes keras karena Freeport dinilai sudah banyak memberikan bantuan kepada Pemerintah Pusat, Daerah dan Pemkab Mimika sendiri dalam hal pembangunan infrastruktur dan pembangunan manusia.

Tentang Rikardo Kaway

Oktober 1992, Jalan-jalan dan nonton bola. Pendukung Persipura dan penggemar Arsenal.