Beranda / Berita Papua / Hati-hati Keluar Malam, Kekerasan di Jalanan Jayapura Sedang Marak
Jalanan Jayapura di malam hari (foto HarianPapua.com)

Hati-hati Keluar Malam, Kekerasan di Jalanan Jayapura Sedang Marak

-->

HarianPapua.com – Maraknya tindakan pencurian dan kekerasan di jalanan Jayapura pada malam hari akhir-akhir ini sudah seharusnya menjadi perhatian semua masyarakat agar meminimalisir aktivitas yang tidak begitu mendesak untuk dilakukan.

Dalam kurun dua minggu terakhir, sedikitnya 3 nyawa melayang akibat tindakan dengan motif pencurian dan kekerasan di jalanan yang menewaskan korbannya.

Pada 30 April 2017, seorang pria yang mengantongi identitas bernama Andre Marweri ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Lapangan Buper Waena, Distrik Heram. Korban mengalami luka bacokan di punggung hingga leher yang membuat nyawanya tak tertolong.

Hari Kamis 11 Mei 2017 dini hari, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih bernama Dr. Suwandi dihadang dua orang tak dikenal saat hendak pulang ke rumahnya di jalan Buper Waena. Pelaku menyerang korban dengan parang hingga tewas. Setelah itu, motor milik korban dibawa lari pelaku.

Dua hari berselang, Sabtu (13/5) dini hari, seorang wanita bernama Fitri Diana (22) tewas setelah dihadang tiga orang tak dikenal di dekat Kampung Netar Distrik Sentani Timur. Korban saat itu hendak ke Sentani bersama seorang rekannya yang juga anggota polisi Brigpol Paul Tomatala.

Korban Fitri mengalami luka tusuk di bagian kepala hingga leher dan beberapa bagian tubuh lainnya sehingga tak dapat diselamatkan.

Ketiga kasus ini terjadi di jam-jam kecil atau di atas jam 12 malam. Ketika situasi sepi dan ada kesempatan untuk menyerang, pelaku kejahatan pencurian dan kekerasan ini tak segan untuk menyerang korbannya.

Selain peran pihak kepolisian yang juga dituntut untuk bekerja maksimal. Melakukan patroli di tempat-tempat rawan dan sepi, masyarakat juga harus selalu berhati-hati dan menghindari aktivitas di atas jam 12 malam. Karena tak jarang, pelaku menjadi nekat melakukan aksinya karena “diberikan” kesempatan oleh korban sendiri.

Tentang Rikardo Kaway

Oktober 1992, Jalan-jalan dan nonton bola. Pendukung Persipura dan penggemar Arsenal.