Beranda / Berita Papua / Harga BBM di Papua Belum Merata, Jokowi Harus Turun Gunung
Antrian kendaraan di salah satu SPBU Manokwari

Harga BBM di Papua Belum Merata, Jokowi Harus Turun Gunung

-->

HarianPapua.com – Sejak diberlakukannya Kebijakan Satu Harga BBM di seluruh belahan nusantara sejak tanggal 1 Januari 2017 termasuk wilayah Papua, dampak positif kebijakan yang diturunkan oleh Presiden Jokowi tersebut belum juga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat di beberapa provinsi di Indonesia termasuk Papua.

Hal ini dikatakan langsung oleh Ketua Umum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Eni Maulani Saragih yang melihat bahwa hingga saat ini kisaran harga BBM di wilayah Timur Indonesia masih berkutat di angka Rp 35.000 hingga Rp 75.000 per liternya.

“Kenapa kok harga BBM di daerah ini belum seragam padahal Presiden telah menyampaikan kebijakan harga BBM satu harga. Disparitas harga BBM ini sungguh memberatkan masyarakat di daerah,” kata Mujarni kepada Jawa Pos, Kamis (19/1).

Erni mengambil contoh Distrik Elelim yang terletak di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua dimana harga BBM mencapai Rp 75.000 yang dibarengi dengan Rp 35.000 di wilayah Maluku.

Eni meminta, presiden Jokowi selalu memantau harga-harga BBM di daerah. Presiden jangan hanya percaya begitu saja atas laporan yang disampaikan Pertamina terkait harga BBM.

“Presiden Jokowi tolong cek kalau ada hal-hal seperti ini sehingga masyarakat mendapatkan harga yang sama. Jangan sampai Presiden mendapat info yang keliru,” tandasnya.

Kebijakan Satu Harga BBM diresmikan oleh Presiden Joko Widodo ketika melakukan kunjungan kerja sekaligus meresmikan Bandar Udara Nop Goliath di wilayah Pegunungan Tengah Papua beberapa waktu lalu.

Tentang Anwar Nasution

Pecinta film layar lebar dan kuliner Indonesia