Beranda / Berita Papua / Gubernur Tolak Ormas Radikal HTI dan FPI di Papua
Gubernur Papua Lukas Enembe saat menerima kunjungan Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik di Jayapura bulan Januari 2017 lalu (dok istimewa)

Gubernur Tolak Ormas Radikal HTI dan FPI di Papua

-->

HarianPapua.com – Gubernur Papua Lukas Enembe dengan tegas menyatakan sikap menolak keberadaan ormas-ormas radikal yang meresahkan masyarakat demi menciptakan situasi aman dan damai di Tanah Papua.

Maraknya pemberitaan di sejumlah media elektronik hingga sosial media yang menjadi perdebatan soal keberadaan ormas radikal membuat Gubernur menyatakan sikap pemerintah provinsi Papua. Apalagi ormas-ormas tersebut secara terang-terangan ingin mengganti dasar negara Pancasila.

“Selaku Gubernur Papua, saya tegaskan kami menolak keberadaan kelompok organisasi radikal di Tanah Papua. Saya ikuti perkembangan informasi di media sosial terkait hal ini, siapa pun kita harus sepakat tolak keberadaan HTI dan FPI,” ujar Enembe, Sabtu (06/05/2017) lalu di Jayapura.

Gubernur menambahkan penolakan ini bukan berarti menolak keberadaan agama atau golongan tertentu, namun sebaliknya ingin menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama di Papua.

Menurutnya, ormas radikal yang selalu membawa isu SARA seperti yang terjadi di DKI Jakarta tidak boleh ada di Papua karena bisa menimbulkan perpecahahan di tengah masyarakat yang selalu rukun sejak dulu.

“Kami di Papua menjaga NKRI secara utuh dan damai. Kita tidak terpengaruh (dengan isu Jakarta), sebab sejak dahulu kami sudah menjaga kedamaian, kerukunan antar suku dan agama. Oleh sebab itu kita harus sepakat untuk menjaga keutuhan negara ini dan dimulai dari Papua,” tegas Gubernur.

Lebih lanjut Enembe mengajak kepada Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), TNI-Polri, tokoh adat dan masyarakat agar dalam waktu dekat membahas masalah ini secara serius. Hal ini dirasa perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan konflik horizontal.

“Kita harus cegah sejak dini, sebab situasi ini tidak boleh terjadi karena akan berbahaya,” katanya.

Selama ini di Papua, sambung Enembe, sudah ada kelompok-kelompok yang menentang pemerintah dengan ingin meminta kemerdekaan. Kondisi ini diharapkan tidak diperparah dengan masuknya ormas radikal.

Tentang Rikardo Kaway

Oktober 1992, Jalan-jalan dan nonton bola. Pendukung Persipura dan penggemar Arsenal.