Beranda / Berita Papua / Bank Papua Rampingkan Kekuatan, KCP Tak Produktif Segera Ditutup
Bank Papua Kantor Cabang Sorong (foto IST)

Bank Papua Rampingkan Kekuatan, KCP Tak Produktif Segera Ditutup

-->

HarianPapua.com – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua segera melakukan penutupan terhadap tiga Kantor Cabang Pembantu (KCP) yang bergerak di wilayah kerja Kantor Cabang Utama (KCU) Jakarta. Ketiga KCP ini masing-masing KCP Kelapa Gading, KCP Mangga Dua dan KCP Serpong.

Direktur Utama Bank Papua F. Zendrato menyampaikan keputusan ini harus dilakukan mengingat ketiga kantor cabang ini tidak memberikan kontribusi yang maksimal bagi Bank Papua. Apalagi ketiga KCP ini memiliki biaya operasional yang teramat sangat besar.

Selain itu Dirut Zendrato juga mengatakan untuk sementara Bank Papua akan membatasi nilai kredit bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kisaran 50 hingga 75 miliar. Hal ini untuk mengurangi resiko bertambahnya kasus kredit macet yang hingga kini masih tinggi di Bank Papua.

“Pemberian kredit ini juga untuk nasabah yang berdomisili di Papua dan Papua Barat. Kami tidak lagi memberikan kredit bagi pengusaha yang ada di luar Papua,” kata Zendrato di sela-sela buka puasa bersama, Rabu (21/6), di Jayapura.

Kemudian dalam menyikapi tingginya angka kredit bermasalah (non performing loan), Dirut mengakui fakta yang ada saat ini bahwa Bank Papua menjadi bank dengan NPL tertinggi di Indonesia. Untuk itu tidak ada cara lain bagi Bank Papua selain berusaha mengejar pelaku kredit bermasalah tersebut. “Langkah menurunkan NPL salah satunya ya kita harus menagih debitur yang memiliki kredit bermasalah,” kata Dirut.

Langkah selanjutnya, Zendrato sudah mewanti-wanti jajarannya agar tidak lagi kecolongan dalam memberikan kredit kepada nasabah. Ia berharap setiap tahapan kredit harus melewati proses analisis yang akurat dan jujur sehingga para penerima kredit hanyalah nasabah yang benar-benar memiliki itikad baik dalam menyelesaikan kewajibannya.

Bank Papua juga dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan teguran berupa sanksi kepada 140 oknum pegawai yang terlibat dalam pelanggaran SOP pemberian kredit. Mereka yang menerima sanksi terbukti lalai dalam menjalankan tugas khususnya dalam penyaluran kredit sehingga secara tidak langsung menyumbangkan kredit bermasalah Bank Papua.

“50 sudah kami PHK sesuai tingkat kesalahannya,” papar Dirut. Ia berharap kedepannya lewat teguran-teguran ini para pegawai Bank Papua dapat lebih meningkatkan performa kerja agar terus bisa menurunkan NPL hingga di bawah 5 persen.

Tentang Rikardo Kaway

Oktober 1992, Jalan-jalan dan nonton bola. Pendukung Persipura dan penggemar Arsenal.