Beranda / Opini / Awas, Provokasi “Pahlawan HAM” Manfaatkan Situasi Panas Jayapura
ilustrasi

Awas, Provokasi “Pahlawan HAM” Manfaatkan Situasi Panas Jayapura

-->

HarianPapua.com – Belum genap satu hari setelah pembunuhan seorang wanita berinisial TL (45 tahun) di dekat PLTD Waena, Jumat (19/5) pagi sekitar pukul 05.15 WIT, kembali salah seorang pria dibunuh di dekat Rumah Sakit Dian Harapan Waena pada Sabtu (20/5) dini hari sekitar pukul 02.00 WIT.

Pembunuhan ini diduga karena motif balas dendam pelaku yang tidak terima atas kejadian yang menimpa TL di pagi harinya. Beberapa informasi yang beredar kencang di sosial media menyebut penyerangan yang menewaskan korbannya ini penuh dengan unsur balas dendam kelompok tertentu. Padahal, korban yang diserang belum tentu merupakan pelaku pembunuhan TL.

Atas dua peristiwa ini, seakan-akan kini ada dua kelompok masyarakat yang bertikai karena tidak terima dengan dua kasus pembunuhan yang jaraknya hanya terpaut jam itu.

Situasi panas di Kota Jayapura khususnya kawasan Perumnas II Waena Distrik Heram saat ini memang rentan sekali dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk memprovokasi masyarakat.

Mereka yang selama ini anti pemerintahan NKRI kemudian mulai memprovokasi masyarakat di sosial media dengan menyebut penyerangan ‘balasan’ pada Sabtu (20/5) dini hari merupakan bentuk diskriminasi dan pelanggaran HAM terhadap masyarakat lokal (OAP).

Padahal sudah sejak satu bulan terakhir ada banyak pelanggaran HAM termasuk pembunuhan seorang dosen Universitas Cenderawasih secara tragis yang turut menyita perhatian masyarakat. Namun ketika itu terjadi, tidak ada pahlawan-pahlawan HAM di Papua yang menyebut itu sebagai pelanggaran HAM, kenapa?

Pahlawan-pahlawan HAM di Papua selama ini tidak pernah serius menyelesaikan pelanggaran HAM di Tanah Papua. Jika serius, seharusnya mereka tidak tebang pilih dalam menyoroti setiap kasus pembunuhan yang terjadi.

Pahlawan HAM di Papua hanya muncul untuk memprovokasi masyarakat awam OAP agar menyerang pemerintah, karena tujuan sebenarnya ingin memisahkan diri dan membentuk negara baru. Bukan benar-benar menyelesaikan pelanggaran HAM.

So, dengan maraknya kasus pembunuhan akhir-akhir ini di Kota Jayapura dan sekitarnya, masyarakat tidak boleh terpancing untuk saling serang karena itu tujuan para provokator menciptakan situasi tidak kondusif.

Biarkan kepolisian dalam hal ini Kapolda Papua dan seluruh jajarannya di tingkat Polres dan Polsek mengusut tuntas setiap kasus kriminal yang terjadi.

Selain itu untuk meminimalisir terjadinya kasus-kasus serupa masyarakat harus ekstra hati-hati jika hendak berpergian di malam hari demi keselamatan diri pribadi mau pun keluarga.

Tentang Rikardo Kaway

Oktober 1992, Jalan-jalan dan nonton bola. Pendukung Persipura dan penggemar Arsenal.
  • Hendrik EBS

    Ham itu apa kah? Trus apa bedanya kasus/pelanggaran ham dan kriminal??
    Baca sejarah ham sehingga bisa bedakan ham dan kriminal.